Jumat, 22 Februari 2013

Perjalanan Ke Bandung Si Kota Kembang


Bulan Januari merupakan bulannya liburan buat mahasiswa di seluruh Indonesia, termasuk buat aku dan teman-temanku. Di bulan yang kita nanti-nanti ini, kami sudah mengagendakan beberapa fieldtrip agenda. Ada beberapa tempat tujuan yang jadi pilihan fieldtrip kali ini, dan Bandunglah si kota kembang yang terpilih sebagai tempat tujuan fieldtrip kami kali ini.
 
***
Tepatnya tanggal 24 Januari 2013 kami akan melakukan perjalanan ke Bandung. Prepare mulai dari pembelian tiket untuk 7 orang, aku, selly siahaan, martini, kartika dewi, mia, arif si mbah gesang dan adikku dari bogor si anggil, packing bawaan dan gak lupa beberapa money buat beli oleh-oleh ya. Hehe…
Tiket yang kita beli ini harganya untuk sekali perjalanan sebesar Rp. 38.0000,-. Cuma ada beberapa kesedihan yang sempet kami alami menjelang keberangkatan ke Bandung. Kebetulan di waktu ini, Jakarta mengalami banjir yang nggak biasa dan hal ini menyebabkan dua orang teman mengcancel perjalanan bersama ini. Meskipun kami sudah membujuk arif si mbah gesang dan kartika dewi, tapi apalah daya mereka gak bisa ikutan fieldtrip kali ini.
Berbekal tas ransel 5 orang ini siap melakukan perjalanan yang bakal menyenangkan ini. Malam ini, pukul 20.30 wib adalah rencana awal pemberangkatan kereta api, namun kereta mengalami penundaan sampai pukul 21.00 wib dan barulah siap berangkat.
Malam itu, aku, selly siahaan, dan adikku anggil duduk dikursi yang sama dan dua orang temanku martini dan mia duduk dibagian kursi belakangku. Sungguh naik kereta ekonomi itu harus siap dengan beberapa keadaan ataupun hambatan yang bakalan muncul. Kejadian ini sempat kita alami, yang pertama ketika selly sedang asyik duduk dikursi yang terbilang lebih luas dari kursiku, tiba-tiba ada cowok muda yang dengan SKSDnya datang dan duduk tanpa permisi dan hal tersebut dilakukan berulang-ulang oleh cowok tersebut, bahkan dengan sangat jelas cowok tersebut minta direkam dan difoto ketika duduk bersama selly. Woow kayaknya selly punya penggemar baru ya, meskipun hal tersebut sempat membuat gak nyaman tapi lucu juga ya. Hehe… kejadian kedua terjadi di aku, ketika aku sedang duduk dan menikmati lagu, karena kebetulan aku duduk sendirian tiba-tiba dengan sangat santainya datanglah seorang cowok yang SKSD juga, memaksa buat duduk dan menggeser-geser tas yang ada disebelahku ditambah lagi bertanya tentang hal yang kurang baik untuk ditanyakan. Harus sabar.. ada lagi yang ketiga dan ini pasti dirasakan oleh semua penumpang, maklum selain karena kereta api yang ekonomi juga banyaknya penumpang, kenyamanan dan tempat duduk menjadi sangat sulit dirasakan, semua badan teras linu dan pegal-pegal. Hal kelima yang gak kalah penting adalah keberadaan toilet yang sangat minim dan terkadang bisa menimbulkan bau tidak sedap, biasanya akibat air yang tidak mencukupi jumlahnya dan saluran yang tidak baik karena biasanya saluran pembuangan langsung keluar alias kebawah langsung. Meskipun tidak nyaman ya, tapi buatku perjalanan menggunakan kereta api merupakan hal yang sangat membahagiakan dan menyenangkan. Mungkin perbaikan dan pengembangan kereta api perlu dilakukan lagi, karena kereta api merupakan salah satu transportasi yang dapat digunakan secara umum dan massal serta memiliki tingkat polusi yang terbilang lebih kecil dibandingkan kendaraan lain, seperti mobil dan motor.
***
Pegunungan yang indah, udara yang sejuk dan ramahnya kota ini benar-benar dapat kurasakan. ALLAH Maha Besar menciptakan keindahan alam yang tiada duanya. Hiruk pikuk aktivitas manusia dalam mempertahankan hidup dan mencari nafkah demi sesuap nasi.
Alhamdulillah, setelah perjalanan selama (kurang lebih) 7 jam akhirnya kami sampai di stasiun Kiaracondong, Bandung.
Untuk menghemat pengeluaran selama fieldtrip, kami menginap dikediaman salah satu kerabat yang ada di Bandung. Ini merupakan cara yang efektif ya buat mahasiswa dan personal yang suka traveling dengan biaya murah. Hehe…
Pagi itu, kami dijemput oleh kerabat sebut saja teteh sarti, dengan sangat ramahnya kami mendapatkan tiket kereta api gratis untuk perjalanan dari stasiun Kiaracondong ke stasiun Bandung.
***
Sampai juga kami di stasiun Bandung, stasiun yang klasik, keindahannya mampu menyejukkan mata. Barisan kereta yang tengah parkir ditambah rapinya taksi yang berjejer didepan stasiun menunggu penumpang yang akan datang. Ooh, sungguh akan menyenangkan fieldtrip kali ini, sungguh Bandung merupakan tujuan liburan yang akan menyenangkan. Untuk menempuh kediaman teteh sarti, dengan menggunakan angkot kami hanya perlu merogoh kocek sebesar Rp. 2000 setiap orang berjarak jauh dekat. 
Perjalanan Hari 1
Meskipun lelah karena perjalanan menuju Bandung yang memakan waktu 8 jam, kami tidak sabar oleh indahnya kota Bandung. Aku dan teman-teman langsung melakukan perjalanan kecil disekitar kediaman, siang itu kami menemukan tukang penjual bakso tahu. Dengan harga yang terbilang agak mahal, Rp. 4000/bakso tahu, namun sungguh nikmatnya bakso tahu ini. Nyam…Nyam… (secreat)
Perjalanan Hari II
Hari ini kita khusus mengagendakan buat olahraga pagi, so kita jalan-jalan disekitar rumah aja, tempat yang kita datangi kantor Gubernur Kota Bandung, DPR Kota Bandung, dan jalan KAA. Di pagi hari ini, banyak masyarakat sekitar yang memanfaatkan untuk olahraga dan senam refleksi. Lumayan setelah gerak-gerak dikit, kita cabut dan balik lagi ke rumah. Di jalan kami menemukan sedikit masalah yang mungkin bisa diperbaiki lagi, yaitu masalah sampah yang masih menumpuk disekitar jalan ataupun di tangga-tangga jembatan penyebrangan, sayang sebagai kota budaya yang indah kalau masih banyak sampah yang bertaburan.
Setelah itu, kami melakukan fieldtrip ke ITB, namun sebelumnya kami main dulu ke kebun binatang yang ada tepat di depan kampus ITB.Yuh, kita berpetualang bersama temen-temen yang ada di dalam, hehe… Pertama-tama kita datang ke bagian burung yang cantik-cantik mulai dari burung nuri sampai burung hantu yang dibilang menyeramkan. Lanjut ke pulau komodo, disini kita melihat komodo yang was-was dan panjang banget, tapi saying slaah satu temenku gak berani deket, kenapa? Karena dia lagi haid dan katanya kalau komodo bisa mencium darah dari jarak yang terbilang lumayan, so dia takut, hehe… lanjut lagi ke bagian yang gak pernah aku suka, ini dia si ular, dan ularnya macem-macem muali ular hijau sampai piton dan kobra yang mematikan, ampun-ampun geli dan nakutin.
Akhirnya setelah lebih dari dua jam, kita akhiri petualangan di kebun binatang ini. Check at out kita ke ITB, disini kita ketemu sama teman semasa SMA ku, namanya Edi orangnya baik dan sopan banget. Selama di ITB, Edi khusus jadi tour guide kita, gratis loh ya, hehe…

Kita mulai dengan gerbang depan, masuk kedalam lalu menuju air mancur yang di dalam  kolamnya ada peta Indonesianya, Woow it’s so amazing ya guys, jujur sebagai anak Geografi merasa bangga dan tersanjung banget, bukan kesandung lo ya, hehe… dilanjutin ke taman toga yang mendapat paten dari MarthaTilaar, terus masuk ke Fakultas MIPA ke KIMIA dan kita jalan lagi, berhubung gerimis kita terpaksa jalan dengan buru-burunya, apalagi payung cuma ada satu. 

Kita masuk lagi ke UKM yang ada di sela-sela kampus ITB, kalau aku bilang kampus ITB ini klasik, bangunanya berdiri dengan batuan-batuan krikil yang unik dengan pondasi-pondasi yang unik pula dan dihiasi tumbuhan disetiap bangunan semacam pedestrian gitu, sekali lagi aku merasa sangat kagum, tersanjung dan bangga sebagai anak Geografi yang menjunjung tinggi kebersihan dan keramahan lingkungan. Keep like this ya, kampus-kampus yang lain semoga bisa mengikuti. 

Lanjut lagi ke perpustakaan dan mengitari sekelilingnya, sampai di akhir kampus di halaman belakang dan kembali lagi,dan disini ada yang menarik buatku Prodi Teknik Lingkungan, kata-kata lingkungan itu benar-benar menggugahku dan begitu sacral buatku, dalam hati… “Ya ALLAH semoga suatu hari nanti selepas Sarjanaku selesai, aku ingin melanjutkan studi lingkungan di Belanda dengan beasiswa, dan kembali ke Indonesia untuk mengabdikan diri dan ilmuku, amin yarabbal’alamin..” Dengan segera salah satu temanku langsung tahu, melirikku dan menunjuk ke arah tulisan Tehnik Lingkungan, dengan senyum semangat aku membalasnya.
Setelah beberapa lama kami berputar-putar dan makan siang serta solat dikampus ITB, kami kembali kerumah, ketika itu Bandung diguyur gerimis yang bisa membuat siapa saja sakit, so keep health ya temen-temen.
Malam harinya merupakan malam yang gak akan kami lupakan, kami melakukan perjalanan ke PVJ, tentu temen-temen pada tahukan apa itu PVJ. PVJ atau Paris Van Java merupakan salah satu pusat perbelanjaan terbesar dan ramai yang ada di Bandung. Pengunjung yang ada bukan hanya sekedar masyarakat asli Bandung tetapi daerah seluruh wilayah Indonesia dan Turis mancanegara. Komoditi barang yang diperdagangkanpun meliputi pakaian, barang-barang seni antic dan mewah, peralatan rumah tangga, elektronik dan masih banyak lagi, selain menyediakan barang-barang tersebut juga memiliki tempat-tempat santai atau tempat kumpul keluarga dan teman yang sangat nyaman, mulai dari Pizza Hut, KFC, saung tradisional dan Kafe yang unik. Yang gak boleh terlupakan, buat datang ketempat ini tentunya kantong perlu dipersiapkan secukupnya, karena kalau dilihat harga yang ada disini terbilang mahal dan kurang hemat.
Perjalanan Hari III
Dihari ini bisa dibilang harus bahagia tapi sedih, dan harus sedih tapi juga bahagia, gimana tu?
Jadi gini, ketika teman-teman merencanakan ke Dago tempat adanya pasar dadakan semacam SUNMOR UGM, aku justru tengah sakit dan gak berdaya, hehe… Akhirnya aku harus berdiam dirumah sendirian dan seluruh penghuni lainnya pergi. Di sini aku merasakan kebaikan tuan rumah, hehe… teteh sarti adalah orang yang aku baru kenal, begitu perhatiannya denganku dan keadaanku sampai-sampai ia meminta tukang bubur untuk membawakan bubur ke rumah ketika mereka pergi ke Dago, terima kasih teteh.
Siangnya, teman-teman yang pergi ke Dago menelpon dan bertanya maukah dijemput ke daerah atas atau daerah kebun the untuk makan siang, Alhamdulillah akhirnya sampai juga ditempat ini. Sungguh udara yang segar, hijau dan indah dipandang mata juga hati.
Nah, ketika kami pulang kerumah dengan angkot dengan tiba-tiba angkot ngambek dan mundur, deg-degannya setengah idup dan bikin jantung lepas, ckckc… Dan ini yang membuat seisi penghuni angkot terbahak cemas.
Perjalanan Hari IV
Ini merupakan perjalanan berikutnya buat menjelajah kota Bandung, hari kami ke pasar baru, menurut teteh dan informasi internet yang kita search, kalau pasar baru merupakan pusat belanja kota Bandung yang miring dan murah-murah dengan kualitas yang oke. Tempat yang luas, pengunjung yang ramai, itulah pasar baru, dan tentunya umpek-umpekan, hehe…
Tapi itu gak bikin patah semangat tetap buat datang ke tempat ini, karena barang yang tersedia banyak dan memiliki varietas yang banyak dan macam-macam banget ditambah harga yang bener-bener miring. Kepuasan belanja ini lah yang banyak dicari pemburu barang-barang tentunya. So, buat kamu-kamu yang suka belanja dan suka barang-barang unik juga, disinilah tempatnya.
Hari ke V
Akhirnya ini menjadi hari terakhir kita di Bandung, mulai dari pagi kita semua sudah bersiap-siap dan berkemas barang bawan, barang belanjaan dan beberapa oleh-oleh khas Bandung. Ada apa aja? Yang pertama ada Peyem merupakan makanan wajib dan sakral yang gak boleh kelewatan, terus ada kue keju Sartika khas Bandung yang enak banget dan butuh uang sebesar Rp 27. 000 untuk mendapatkan satu kardus berisi 8 kue. Alhamdulillah, beres-beres selesai juga akhirnya, dan untuk perjalanan kali ini kmai menggunakan bus Bandung Express karena tiket kereta sudah tidak tersedia, untuk harga tiket sampai Jogja sebesar Rp 70.000. 
Kami menempuh perjalanan selepas magrib dan akhirnya pemandangan malam Bandung yang indah kami nikmati di dalam bus. Sungguh Bandung kota yang indah dan sejuk.


Tips sebelum keberangkatan
1.  Persiapkan bepergian dengan kendaraan apa, umumnya yang di sukai para traveler adalah kereta api yang lebih hemat dan cepat.
2.  Jika pergi dengan kereta api lakukan pengecekan ketersediaan tiket, biasanya di musim liburan tiket akan laku keras dan habis.
3.  Jika pergi beramai-ramai atau lebih dari seorang, lakukan koordinir satu orang untuk membeli tiket agar lebih mudah dan cepat.
4.  Sebelum membeli tiket mintalah temanmu memberi nama lengkap dan no identitas KTP, ini merupakan persyaratan wajib dalam membeli tiket kereta api.
5.    Bawa barang bawaan secukupnya, seperti jumlah pakaian yang disesuaikan dengan lamanya hari disana dan yang diibutuhkan, dan uang secukupnya.
6.    Ketika hari H keberangkatan upayakan datang sebelum jam keberangkatan untuk mengantisipasi kemacetan lalu lintas, dan lakukan pengecekan barang bawaan.
7.     Periksa tempat duduk sesuai yang ada di tiket kereta api.
8.   Letakan barang bawaan ditempat yang aman dan mudah dijangkau dan lihat siapa yang ada di dekat anda, upayakan barang penting seperti dompet, kamera, hp atau laptop berada di dalam tas dan berada di dekat.
9.  Ketika tidur hendaknya bila pergi beramai-ramai, lakukan tidur gilirn jadi masih ada yang terbangun dan bergantian berjaga.


Semoga Bermanfaat, and have a nice fieldtrip
Pebri Nurhayati
Mahasiswa Pendidikan Geografi UNY

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar