Rabu, 16 Januari 2013

DUBAI: Kota Modern Mengagumkan


ABI, aku gak sabaran sampai di Dubai dan melihat hamparan pasir yang ada disana, plus aku ingin melihat menara tertinggi di dunia si Burj Khalifa.
Pesan tersebut aku kirim ke ponsel teman se-timku, Sapta Abimanyu, teman se-tim pada kegiatan International Conference di Dubai.
Yap, awalnya hanyalah mimpi, aku hanya bermimpi suatu hari bisa merasakan naik pesawat dan  juga mimpi bisa pergi ke luar negeri. Tuhan memang memiliki rencana yang lebih indah dibanding mahluk-Nya, selain segala usaha dan kerja keras yang telah kita lakukan, tentunya semua kehendak sudah ditentukan oleh-Nya.

Awalnya: Kok bisa ke Dubai?
Awalnya aku pun tidak percaya membaca notification bahwa paperku diterima dan bisa menghadiri International Conference ini. Aku seperti tidak percaya, kubaca berulang-ulang, ku tanyakan ke teman-teman satu kos. Memang benar notification tersebut mengabarkan bahwa kami bisa menghadiri International Conference, begini bunyinya, “We are delighted to inform you that your manuscript has been accepted for presentation at International Conference in Dubai, UAE.”
Alhamdulillah, rasa syukur dan senang kala itu tengah menghujaniku. Dubai negeri seperti apa dirimu? Hamparan gurun pasir dengan hiasan unta-unta, menara dan gedung-gedung yang tinggi seperti apa dirimu? Kuhanya bisa mengkhayal tentang sebelum aku bisa tiba disana.
            Antusiasmeku semakin membuncah saat di akhir minggu Juli lalu, untuk melakukan perjalanan hanya aku dan satu orang rekan se-timku. Dua orang yang belum pernah merasakan naik pesawat, dua orang yang belum pernah bepergian sejauh ini.

Megahnya Dubai International Airport
Perjalanan yang ku lalui menempuh waktu selama delapan jam. Lelah tersebut rasanya terbayar oleh keindahan yang ditampilkan oleh Bandara Udara Dubai International Airport.
Bisa kulihat dan kurasakan, semua yang ada disini merupakan teknologi yang canggih, mulai dari keamanan, lift, escalator yang menjulang tinggi hampir 45º bahkan ketika menaikinya aku merasa seperti akan terjatuh, meskipun itu hanya ilusiku, sungguh menakjubkan. Belum lagi kebersihan yang sangat terjaga, mulai dari tembok dengan cat yang sangat bersih dan seragam, gemilau lampu yang sangat indah, kebersihan toilet dan tempat ibadah mushola yang sangat menakjubkan hingga kemudahan akses internet secara gratis.
Pikirku ini saja masih di airportnya bagaimana dengan kota dan lain-lainnya, sungguh megahnya. Jadi, sungguh bagi siapapun yang akan berkunjung ke Dubai jangan khawatir dengan fasilitas yang ada karena berdasarkan jajak pendapat yang dilakukan oleh Priority Pass pada tahun 2009, Dubai International Airport adalah salah satu bandara favorit dunia. Sebelumnya, Bandar Udara Internasional Dubai telah menang sebagai Bandara Timur Tengah terkemuka untuk 4 tahun terakhir sekarang. Departemen Perhubungan Udara berencana untuk berinvestasi $ 7.8 miliar di Dubai International Airport ekspansi untuk meningkatkan meningkatkan kapasitas penumpang dari 60 juta menjadi 90 juta pada tahun 2018. (sumber: http://flashydubai.com/dubai-airport-will-become-3rd-busiest-airport-by-2020/)
Hal tersebut tentunya menunjukkan betapa megahnya Dubai International Airport dan tentunya akan memberikan kemudahan bagi kita.

Cuaca Dubai yang Ekstrim dan Hangat
Petugas bandara udara menginformasikan bahwa suhu ketika itu ialah 43º C. Pikirku ini adalah petualangan yang sangat menyenangkan dan langka, apalagi buat pecinta traveling seperti diriku. Kesempatan dua kali belum tentu kudapatkan lagi, dengan tidak sabar aku segera bergegas keluar airport  dan menjawab rasa penasaranku tentang suhu 43º tadi.
Sungguh luar biasa, hangat dan aku merasa nyaman dengan ini, bulu-bulu tanganku terasa seperti terselimuti oleh jaket bulu domba terbaik. Wow…
Kunikmati benar suhu 43º ini sambil ku pandangi keadaan sekitar luar airport.
Pesonanya tak tertampikan, sangat memanjakan mata dan menenangkan hati. Deretan pohon kurma dan sejenis palm yang tertanam rapi. Dan sekumpulan penduduk yang tengah sibuk dengan rutinitas disekitar airport ditambah berjejernya deretan taksi yang rapi dan ramah semakin menambah rasa nyaman ku di kota yang hangat ini.
            Bagiku dalam sebuah perjalanan yang terpenting bukan hanya tempat tujuannya, namun juga pemandangan yang ada disekitar. Aku mencoba menikmati perjalanan dan memaknai keindahannya. Dengan cuaca yang bisa ku bilang ekstrim, hangat namun tetap keindahanyya tak tertampikan. Aku menikmati pesona kota Dubai, aku menikmati perjalanan ini.

Kota Modern yang Multikultural
Awalnya aku mengira bahwa Dubai itu hanya dihuni oleh masyarakat aslinya, namun dugaan ini ternyata kurang tepat. Dubai adalah salah satu negara multikultural yang ada di dunia, aku melihat selain penduduk asli yang ada ternyata disini banyak penduduk pendatang yang berdomisili dan meneruskan hidup di sini. Aku banyak menjumpai masyarakat seperti Philipina, China, Taiwan, Amerika, Perancis dan beberapa negara lainnya yang tak sekedar bekerja, namun juga berkeluarga dan menetap di Dubai.
Menjelang siang aku berangkat jalan-jalan ditemani Abi untuk melihat secara langsung keindahan kota Dubai. Yap, jalan-jalan dalam artian sebenarnya, menjelajahi kota dengan berjalan kaki. Untuk menapaki dan menatapi pesona si modern yang hangat ini memang paling pas dengan cara ini, karena objek wisata maupun tempat hiburan saling berdekatan. Tapi kalau ingin yang lebih cepat, bisa menggunakan taksi yang banyak bertaburan di jalan serta menggunakan bus yang sangat nyaman untuk menikmati perjalanan.
Berjalan kaki menelusuri jalan-jalan Dubai rasanya sungguh menyenangkan, walau udara hangat hampir mendekati panas dan angin yang lumayan kencang.
Adakalanya hal yang perlu diperhatikan ketika melakukan perjalanan di Dubai yakni bawalah payung. Karena cuaca yang hangat dan panas ini tentunya berbeda dengan yang ada di Indonesia. Jadi bawalah payung, agar perjalanan lebih menyenangkan dan nyaman.
            Melihat sisi-sisi Dubai rasanya ingin berlama-lama berhenti, mengamati dan menikmatinya. Lanskap kota modern ini membuat setiap orang yang melihatnya jatuh cinta. Gedung-gedung yang tinggi dan megah, bangunan-bangunan dengan design unik dan langka.
Akupun melangkahkan kakiku mendekati taman kota yang berdekatan dengan pelabuhan kota. Taman kota ini terletak tepat di depan Dubai University, taman ini ditanami beberapa bunga-bunga kecil berwarna-warni dan dikelilingi oleh tanaman kurma serta palm. Ditengah taman terdapat air mancur yang sangat cantik dan menyegarkan, selain itu disetiap titik taman terdapat saluran air yang berfungsi menyiram bunga secara otomatis setiap beberapa waktu.
Ketika tengah mengambil gambar ditaman kota ini, aku bertemu dengan beberapa pekerja. Ketika aku Tanya mereka berasal dari India dan Pakistan, mereka berkeluarga dan telah berdomisili di Dubai selama 15 tahun. Dari sini, selain pemandangan yang kutemui di jalan-jalan, dan tempat-tempat umum menunjukkan bahwa Dubai kota multicultural yang harmonis.
Setelah puas menikmati keindahan taman kota, aku berlalu menuju pelabuhan yang ada disebrang jalan kota. Sungguh indah dan luar biasa, airnya biru jernih, kapal-kapal dengan berbagai ukuran yang tengah berlabuh, ditambah beberapa kegiatan penduduk disekitar pelabuhan yang memanjakan mata. Dengan sekejap aku berpikir, andaikan saja bisa menceburkan diri kedalam air jernih itu, betapa segarnya.
Dalam perjalanan pulang ke hotel aku menemukan sesuatu yang unik dan belum pernah kudapati sebelumnya. Ketertatikan itu membuatku mendekatinya dan mengambil beberapa gambar. Halte bis yang ada di Dubai sangat unik, memiliki bentuk seperti lengkungan dan didalam halte tersebut terdapat AC yang berfungsi mendinginkan kita dari sengatan matahari. Tidak cukup halte yang menjadi daya tarik, namun kotak sampah yang tersedia ada tiga macam label dengan warna hijau, kuning dan cokelat. Kuning sebagai tempat sampah paper, hijau sebagai tempat sampah bottles and cans, sedangkan cokelat sebagai tempat sampah general trash. Kesadaran penduduk Dubai dalam menjaga fasilitas dan kebersihan lingkungan memang pantas mendapat apresiasi.
Tidak cukup sampai disitu, ketika sedang melakukan perjalanan ada hal yang cukup menarik bagiku yaitu aku menjumpai sebuah Mercedes-Benz Citaro bus yang menjadi sebuah ambulans lengkap dan mewah. Tentu taukan bahwa mobil ini tidak hanya mewah, namun memiliki peralatan yang lengkap dan beragam bagi kesehatan. Perjalanan ini sungguh menyenangkan dan menambah pengetahuanku tentang negara modern ini.

Kemudahan Transportasi
            Pertama kali tiba di Dubai, untuk menuju ke hotel dari airport kemudahan transportasi sudah dapat dirasakan, selain tersedianya banyak taksi, kereta listrik, bus dan Dubai Metro yang menggunakan sistem kartu isi ulang. Kartu isi ulang metro dapat di gunakan untuk naik bus, jadi dengan satu kartu kita dapat menggunakan semua tranportasi umum kecuali taksi, karena taksi kita harus membayarnya secara cash.
Selain mudah dan tepat waktu terutama taksi dan kereta listrik, kebersihan di dalam kendaraan merupakan hal yang menarik dan aku mengaguminya.   

Saatnya menjelajahi Masjid dan Menara Burj Khalifa
            Masjid merupakan kebutuhan wajib bagi seorang muslim, selain sholat bisa dilaksanakan di mushola dan tempat-tempat kecil yang bersih seperti ruang yang disediakan di kantor, bandara udara atau pusat perbelanjaan. Masjid merupakan salah satu pilihan yang tepat sebagai tempat wisata, selain memiliki kekhasan bagi umat Islam, masjid juga memiliki daya tarik lain seperti bentuk bangunan masjid, bahan material yang digunakan untuk membangun masjid dan ukiran atau kaligrafi yang tergambar pada dinding dan bagian tubuh masjid.
Dubai merupakan salah satu negara yang memiliki banyak masjid dengan arsitektur menarik dan megah. Selama di Dubai sungguh aku terkagum bukan main, besar dan uniknya bangunan masjid yang ada membuatku jatuh cinta, apalagi dengan perpaduan warna dan tulisan kaligrafi yang cantik dipandang mata. Aku serasa hidup dimasa kejayaan islam, berdiri di sekitar bangunan masjid yang besar, ditambah dengan keheningan dan ketenangan kota, sungguh lengkaplah perjalanan ini.
Tak cukup sampai disini, aku melanjutkan dan mencari tahu lagi kekaguman apa yang akan aku dapat. Siang itu Abi mengajakku pergi ke menara Burj Khalifa, sempat beberapa minggu sebelum keberangkatan ke negeri ini, aku mencari informasi tentang Dubai, dan aku menemukan informasi bahwa Dubai memiliki menara tertinggi di dunia.
Ketika di dalam taksi, aku tersenyum sendiri. Khayalanku melayang dan berimajinasi tentang keindahan kota ini, diriku bertanya seperti apa ya Burj Khalifa itu?
Dalam perjalanan menuju menara Burj Khalifa yang memakan waktu sekitar 15 menit dari hotel, aku mengadahkan kepalaku ke luar jendela, aku melihat gedung-gedung yang tinggi, jalanan yang bersih dan rapi, taman kota yang indah, dan hamparan pelabuhan dengan warna biru jernihnya yang terlihat eksotis oleh mata.
Dari kejauhan di dalam taksi aku dapat melihat menara yang menjulang tinggi itu, aku dapat melihatnya berdiri gagah dan menyilaukan mataku.
Akhirnya sampai juga dibawah menara, rasanya hati ini terkagum memandangi Burj Khalifa dengan rasa tak percaya namun nyata. Cantiknya luar biasa bukan main, dengan arsitektur bangunan yang unik, bertumpuk-tumpuk dan memiliki tinggi yang berbeda namun seragam. Keindahan ini ditambah dengan dikelilingi oleh menara yang lebih kecil disekitar menara Burj Khalifa ditambah dengan adanya Dubai Mall. Sungguh aku kagum dengan ide dan keindahan ini, rasanya dua jempol tanganku tak cukup untuk menilai keindahan ini.
Menara Burj Khalifa selain diminati oleh para turis lokal dan mancanegara juga menjadi tempat tujuan para pembesar negara, beberapa informasi yang kudapatkan tentang raja Saudi Arabia, raja Perancis dan raja negara tetangga pernah berada disini dan bahkan mereke dilantai tertinggi. Bukan hanya itu, kalian tentu tahu Film Mission Impossible-Ghost Protocol yang diperankan oleh Tom Cruise, Jeremy Renner, Simon Pegg. Dalam film tersebut beberapa setting tempat diambil di Dubai tepatnya di Menara Burj Khalifa ini, tentu ini menjadi hal yang menarik dan luar biasa. Sungguh bersyukur bisa dating ketempat yang pernah didatangi oleh aktor favoritku Tom Cruise.
Keindahan ini kulanjutkan dengan menjajaki Dubai Mall. Dengan teknologi yang canggih pintu yang begitu besar terbuka dengan sendirinya, suasana ala pedagang Arab dengan gerobak mini yang unik itu menarik perhatianku. Kulihat banyak souvenir-souvenir khas Dubai yang dijual, mulai dari pakaian ala Dubai, lukisan, makanan dan minuman yang terbilang mahal buatku, karpet yang indah, buku-buku tentang Dubai dan kehidupannya, dan masih banyak lagi. Rasanya melihat semua souvenir itu ingin aku bawa pulang ke Indonesia. Wow…
Dubai Mall merupakan tempat belanja yang nyaman selain tersedia banyak souvenir disini juga terdapat Dubai Aquarium and Underwater Zoo, Sky Dubai untuk bermain olahraga sky di es dan tak harus pergi jauh ke Eropa untuk bisa menikmati olahraga ini, tapi saying aku belum bisa merasakan olaharga ini, mungkin lain kali lagi, selain itu ada air terjun yang tinggi didalam mall, aku sangat kagum pada toko coklat dan permen besarnya bukan main, banyaknya sekali seperti tempat bermain permen dan cokelat.
Rasanya sehari tak cukup untuk menjelajahi tempat ini, ingin rasanya lain kali aku kembali tempat ini. Aku jatuh cinta pada kota modern yang hangat dan bergedung tinggi ini.

Sisi Lain Dubai yang Belum Kujejaki 
Dengan menenteng souvenir dari Dubai, serta ingatan dan kenangan indah tentang kota ini yang takkan bisa lepas, aku melangkahkan kakiku kembali menuju bandara udara Dubai International Airport, menuju Indonesia Tanah Air tercintaku.
Sebenarnya masih banyak tempat yang belum sempat kujejaki, karena terlalu banyak tempat di Dubai yang menarik untuk dikunjungi. Masih ada Burj Al Arab yang unik, sebuah bangunan hotel bintang tujuh yang terletak diatas laut dengan arsitektur mengagumkan. Kemudian olahraga Skydive Dubai yang mengagumkan dan membuatku penasaran. Olahraga ini seperti terjun payung atau paralayang yang dilakukan diatas palm Jumeirah dengan gerakan yang sangat indah dan menakjubkan. 
Hmm, sungguh Dubai bukan hanya mengagumkan karena pemandangan kotanya, namun juga karena Dubai banyak menawarkan pesona yang membuat siapapun akan terkagum dan jatuh cinta.
Didalam pesawat saat aku akan kembali ke Indonesia, aku sudah merindukan Dubai.
Bagiku Dubai kota modern yang mengagumkan.

Tips Sebelum Melakukan Perjalanan ke Dubai :
·    Konfirmasi Kedutaan Besar Dubai (United Arab Emirates) yang ada di Jakarta terlebih dahulu tentang pesawat terbang yang bisa digunakan untuk mengajukan visa, baik Garuda Indonesia atau Emirates Airlines, karena berdasarkan pengalaman Kedutaan Besar Dubai (United Arab Emirates) meminta menggunakan Emirates Airlines, namun terlanjur saya sudah memesan tiket Garuda Indonesia, bersyukur karena beberapa usaha bisa tetap mengajukan visa.
·       Selesaikan visa jauh-jauh hari sebelum keberangkatan, bisa terhitung bulanan karena berdasarkan pengalaman Kedutaan Besar Dubai (United Arab Emirates) yang ada di Indonesia terbilang sulit dan rumit.
·   Tukarkan uang rupiah anda ke mata uang dirham dari Indonesia sebelum ke Dubai, berdasarkan pengalaman uang yang ditukar dari rupiah ke Dirham ketika di Dubai akan murah dan terbilang rugi.
·   Sebelum pergi ke Dubai lebih baik cek secara detail kondisi dan letak hotel yang akan dijadikan tempat penginapan.
·  Dan jangan lupa membawa payung sebagai perlindungan awal merasakan kehangatan dan panasnya kota Dubai yang mengagumkan.
Have a Nice Fieldtrip,
Pebri Nurhayati
Mahasiswa Pendidikan Geografi UNY

5 komentar:

  1. eh ya kalau ada info2 menarik tentang konferensi bagi2 yak...aku seismologist wanna be.
    kunjungi aja blog zakiul.com

    BalasHapus
    Balasan
    1. hallo, seismologist wanna be, thanks to read tulisan saya ya, insyallah jika ada info kita saling berbagi :)

      Hapus
  2. wah keren ni kak pebri. semoga aku bisa menyusul. cita2ku menjadi seorang backpacker :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. before, thanks for read this blog, nice to meet you :)
      wah, saya yakin kamu pasti bisa lebih keren dari saya, kamu juga suka beckpackeran? boleh lain kali kita pergi bersama? hehe :D
      punya daerah yang ingin banget dituju? kalau boleh tahu kemana ni? semoga bisa tercapai ya :)

      Hapus