Senin, 10 Juni 2013

Setia Kawan


Setia Kawan…
Itu judulnya, waktu saya baca selembar kertas A4 siang tadi.
Secara gak sengaja kertas itu saya dapet dari teman sekelas, namanya Susana Budiarti, panggilannya Susan, just that

Lengkapnya tulisan itu menggunggah saya, mungkin buat lebih lengkapnya langsung saja ya.

Setia kawan menurut KBBI
setia kawan/se-ti-a ka-wan/ n perasaan bersatu, sependapat dan sekepentingan; solider

Sebagai manusia yang memang sudah kodratnya sebagai mahluk sosial, dalam hidup dan kehidupan memerlukan orang lain untuk saling berbagi, orang lain yang sering kita ajak untuk saling berbagi ini biasa disebut teman, kawan, maupun sahabat. Dalam hubungan pertemanan ini pasti mempunyai rasa satu kesatuan yang saling mengikat satu sama lain, rasa saling mengikat ini juga bisa disebut sebagai setia kawan.

            Setia kawan bukan berarti harus melingdungi teman dari kesalahan, setia kawan juga tidak seharusnya disalah artikan untuk hal-hal negative yang biasa merusak masa depan teman kita. Tetapi, kita harus bisa mengklarifikasi tentang perbuatan salahnya. Hal ini lebih berguna dan solutif, baik untuk diri sendiri maupun dengan teman kita. Dari sini teman juga bisa mengukur solidaritas kepada temannya. Arti persahabatan pun akan lebih tampak. Teman suka mengevaluasi bukan berarti ikut campur urusan pribadi. Mereka ingin memberikan solusi dan masukan untuk meluruskan kita, dan membuat kita lebih baik kedepannya. Semua perbuatan dan tingkah laku kita tak bisa di koreksi sendiri. Hanya saja orang lain yang mampu menilai. Kita harus banyak menerima saran dan kritik teman. Jadi, anggap saja teman kita cerminan kita.

So, itulah beberapa barisan tulisan yang tertera di selembar kertas itu.
Dan dari selembar tulisan itu, saya merasakan Sesuatu hal yang dulunya pernah saya pikirkan tentang setia kawan, sahabat dan sejenisnya, tentang bagaimana rasa solidaritas, hubungan baik dan tentunya adanya rasa enak gak enak sama teman. Terkadang dan seringkali kita mengatasnamakan “setia kawan” dalam berbuat hal-hal yang merugikan, tanpa berpikir panjang tentang dampaknya kedepan, entah dampak buat diri kita sendiri, teman kita, orang lain dan persahabatan itu sendiri. Contoh-contoh itu nyata ada didepan mata, tentunya bukan hanya saya yang menjumpai, namun teman-teman sendiri tentu menjumpainya atau bahkan mengalaminya sendiri.

Semoga sedikit tulisan ini mampu memberikan inspirasi baru buat teman-teman, terutama yang suka mengatasnamakan sesuatu (utamanya negatif) dengan kata “setia kawan”. Alangkah lebih baik bila setia kawan itu digunakan dalam hal-hal positif, seperti saling membantu, saling mengingatkan dan tentunya saling berbuat kebaikan.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar