Rabu, 10 Juli 2013

Mbah Gesang bilang KULTIM



Pagi ini merupakan hari yang berbeda dan lebih membahagiaan, karena hari ini merupakan hari pertamaku puasa. Usai solat tahajud, sahur bersama keluarga lorong B3 tercinta, dilanjutkan dengan solat subuh dan membaca beberapa buku nyambi online, alhamdulillah kuliah hari ini, selasa- 09 Juli 2013 Geografi Transom jam ke 2 yaitu 08.50 WIB.
Tidak terasa waktu berlalu begitu saja, ketika mbak Dwi (teman satu kos angkatan 2009) melintas depan kamar, “Kuliah jam berapa kak eri?”, dengan nada semangatnya.
“Jam kedua mbak, 08.50 WIB mbak”, jawabku penuh percaya diri.
Tak terasa nyambi fban sambil berbagi informasi aku cek lagi jadwal kuliahku, “bener kok selasa jam 08.50 WIB”, gumamku.
Tiba-tiba jam 07.12 WIB nongollah kepala manusia dari balik pintu, ternyata si Ria atau yang biasa aku sapa “bear”. Bukan tanpa alasan, karena ukuran badannya yang jumbo dan wajahnya yang imut-imut seperti beruang kutub. (Bear maaf ya kau ku publikasikan :D)
“Mbak Ebiiii, mau mandi?”, tanyanya dengan nada sedikit ngalem.
“Iya, bear. Gimana?”, jawabku sambil ngeledek.
“Mau mandi, mau kuliah”, jawabnya sambil menggeliat.
“Kuliah jam berapa bear?”, sahutku sambil senyum.
“Jam 08.00 WIB, mbak Ebi”, jawabnya.
“Heeeiii, bentar ya, aku dulu!”, ledekku sambil menjulurkan lidah. Hehe...
Akhirnya Ria berlalu kekamar mandi dan menggunakan kamar mandi sebelahku yang rencanaya akan aku gunakan. Maklum, kamar mandi lorong kami ada dua dan harus antre yaaa...
Tak terasa, ternyata sudah jam 07.20 WIB, akhirnya aku hendak mandi dan bersiap-siap kekampus. Beberapa menit aku selesai mandi juga, sambil di depan lapto dan nyambi prepare pakaian dan bku yang dibawa jam menunjukkan 08.10 WIB. Santai, mau berangkat masih lama sisa 30 WIB, setidaknya jalan asrama dan kampus sangat dekat jadi tidak memakan waktu sampai 5 menit. Bapak Gunardo dengan mata kuliah Geotranskom memang tepat waktu dan lebih awal jadi jam 08.34 WIB aku berjalan kekampus. Setelah berpamitan dengan mbak Mifta dan Mbak Dwi senior di lorong kami, namun ada yang lebh senior lagi, sayangnya beliau sedang ada di Kota Magelang menghadiri sahur pertama bersama keluarga jadi yang paling senior adalah mbak Mifta dan mbak Dwi. “Mbak, Ebi berangkat dulu yaaa. Assalamualaykum”, semangat dan tegas kusampaikan salam pada mereka.
***
Sampai didepan Fakultas Ekonomi, “Masih jam 08.36 WIB”, gumamku dalam hati.
Sampai juga didepan pintu kelas, jam menunjukkan 08.37 WIB. Adik-adik angkatan yang ada didepan kelas tiba-tiba menghentikanku, “Mbak mau ngapain? Udah terakhir lo kok mau masuk?”
Aku hanya berlalu dan tersenyum sambil melambaikan tangan, kupikir hanya ingin becanda saja denganku.
***
Tok..tokk, Assalamualaykum. Kubuka pintu kelas. Tiba-tiba teman-teman kelas melongo kebelakang dengan tatapan mata tegas. Aku biasa saja, namun ada yang ganjal hari ini, aku melihat dosenku yang awalnya adalah seorang pria tangguh kini berubah menjadi sosok wanita cantik jelita berbaju merah, yang awalnya mengajar dengan gaya duduk kini berdiri di pojokan. Aku masuk dengan santainya, kuambil kursi paling depan dan kutarik keurutan kedua.
Tiba-tiba, kelas seraya ramai sejenak dan tenang kembali. Aku hanya bingung ada apa? Dan kenapa? Apa ada yang salah? Tapi, toh dosenku diam saja. Apa Geotranskom dosennya diganti, dari pak Gunardo menjadi Bu Hastuti? “tanda tanya besar”.

Teman sebelahku kutanya, “hari apa ini va?”, dengan santainya.
“hari rabu bi. Kamu kemana kok baru muncul?”, tanyanya ingin tahu, biasa temanku satu ini biasa pemegang rekor telat dikelas selain temanku satu lagi si Janu, tapi meskipun demikian semangat kedua sahabatku ini sangat besar dalam menggapai cita-cita. Terbukti, niva ini sudah kerja lo, kalau Janu ini prestasinya bagus, Mahasiswa berprestasi dan pernah ke Belanda looochhh... Buat selingan ya, hehehe...
“Kuliah jam berapa va?”, tambahku penasaran.
“Sekarang jam 08.50WIB”, tegasnya sambil senyum-senyum.
“Ya Allah jadi ini bukan hari selasa?”, tegasku.
“bukan”, sambil menggeleng dan tersenyum-senyum.
“jadi ini bukan kuliah jam kedua jam 08.50?”, tambahku makin malu.
“jam 07.00 WIB, namun karena sekarang puasa diganti jam 07.30 WIB”, jelasnya.

Aku hanya tertunduk malu dan menyesali keteledoranku. Usai kelas selesai, aku maju ke depan dan meminta maaf kepada dosenku, aku menyampaikan bahwa datang terlambat masuk kelas karena salah jadwal, dan beliau memaklumi. Sangat bersyukur beliau memaklumi diriku, namun aku tidak bisa memaklumi diriku sendiri. Padahal aku telah berjanji menjadi pribadi yang disiplin dan taat terhadap aturan, namun kali ini aku menginggkarinya. Sebelum teman-teman keluar kelas aku langsung meminta maaf kepada teman-teman dan jangan mencontoh perbuatanku yang salah jadwal dan telat masuk kelas dan tertinggal hanya tiga menit.

Diakhir waktu temanku, sapaan akrabnya Mbah Gesang dia bilang aku “KULTIM”, Bi biasanya terawih itu KULTUM (Kuliah Tujuh Menit), tapi kalau kamu KULTIM (Kuliah Tiga Menit). Tidak cukup itu, temanku Eka bahkan sampai mengirimi pesan sms berisi jadwal, dan temanku Niva menyampaikan tentang keterlambatanku, “tumben kamu bi, dapet rekor kuliah tiga menit terakhir. Haha”, ejeknya. Dan teman-temanku menertawakan kebodohanku!.

Benar-benar hari ini adalah pembelajaran bagiku, agar aku lebih teliti dan disiplin lagi.

Pebri Nurhayati
Mahasiswa Pendidikan Geografi Universitas Negeri Yogyakarta
Di tempat Favoritku Perpustakaan Fakultas Ilmu Sosial


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar